Berbeda

Hari ini dia izin sebentar untuk duduk disampingku untuk ‘Sholat’
Aku kaget, dan aku hanya mengangguk tanda’bingung’. Karena dalam perjalanan ini .. ga ada tempat untuk sholat. Dan katanya ‘Dia ga mau ada yang mengejeknya kalo tahu dia sholat’. Aku duduk di gerbong paling belakang . Ini jadi tempat yang cukup nyaman untuk bersembunyi dari dunia untuk mencari Wajah-Nya .
Sepersekian detik. Laki-laki disampingku ini mengatur duduknya dan dia mulai ‘Berdoa’ .
Aku tergugah dan hampir-hampir merinding . Karena aku merasa ada rasa toleransi yang tinggi disini. Disaat dia meminta izinku untuk berdoa sejenak . Mungkin untuk besok hari dan Untuk lusa untuk team kita. Aku pun menutup mata beberapa saat turut hanyut dalam doaku. Aku melipat tanganku dan mulai mengamini setiap ucapan yang keluar dari dalam  hatiku kepadaNya. Pikirku…

Agama seolah-olah menciptakan dan memiliki Tuhannya masing-masing .
Anak manusia yang terlahir secara temurun hanya patuh akan titah moyang-moyang
Tanpa secara utuh merdeka dari belenggu ajaran agama mereka

Agama memisahkan tapi menyatukan.
Melihat bayang lipatan jari-jari atau tangan-tangan yang menengadah ..
Membuatku merasa perbedaan akan menjadi sama saja *ketika ada satu tujuan dari doa-doa kita.
Aku dan kamu kita berbeda . Namun kita satu ketika kita berdoa dan meminta pada Tuhan  satu hal yang sama …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s