Kasih itu : Sabar (a)//penyabar(n) antonim dari marah(a)// Pemarah(n)

[…Ia tidak pemarah dan menyimpan kesalahan orang lain”.   1 Korintus 13:5b

Semalam, setelah mengobrol panjang lebar dengan teman, dan kembali meluap-luap dengan beberapa hal yang terjadi akibat ulah seseorang.

katanya sudah? ternyata masih gemas aja !

gara-gara semalam itulah yang Membuat pagi ini dalam keadaan setengah sadar , baca Alkitab dan  seakan ditampar sama 1 Korintus 13:5b. Terkadang kita mengaku sudah mengampuni, tapi… ketika diingat kembali kejadian tersebut dan orang yang menyebabkan hal-hal tersebut terjadi membuat kita kembali jengkel atau marah. Berarti belum seratus persen selesai . Yang paling penting adalah kesadaran dan terus berusaha untuk mengampuni. Jangan Munafik! Memang tidak mudah . Bicara soal mengampuni adalah bicara soal PROSES, asalkan jangan sama sekali tidak berproses !

Mengampuni tidak akan bisa kita lakukan tanpa KASIH BAPA.  Kekuatan apa yang kita miliki untuk melakukan itu semua jika bukan karena DIA dan KASIHNYA ?…

Mari mulai dengan kata pemarah(n) yang diartikan menurut KBBI adalah orang yang lekas marah, dalam terjemahan bahasa inggris pemarah diterjemahkan sebagai grumpy(adj).Menurut Oxford Dictionary pengertian kata grumpy adalah bad-tempered . Seorang yang lekas marah sudah pasti mudah tersinggung, lantas bisa diartikan secara bebas ( karena seorang jolin bukanlah ahli bahasa,mohon dimaklumi) seorang pemarah adalah orang yang memiliki tempramen yang buruk/tidak baik/jelek/mood yang mudah turun naik, atau apalah itu … yang  pasti pengertiannya negatif. Ketika seseorang berbuat sesuatu yang tidak sesuai mau dan kehendak kita kemudian membuat kita merasa tidak nyaman. Pasti kita akan mudah jengkel lalu marah. Jika alasan kita marah adalah ‘wajar menurut kebanyakan orang’/sudah semestinya berarti kita tidak termasuk golongan pemarah atau istilah kata emosian. Berbeda dengan pemarah, karena pengertian pemarah adalah orang yang lekas marah…, maka sudah barang tentu apa saja yang mungkin tidak wajar untuk melandasi amarahnya terhadap sesuatu atau seseorang, baginya adalah “wajar-wajar saja”. Hal inilah yang mau kita pelajari dari 1 korintus 13:5b.

Seorang yang mempunyai kasih adalah orang yang tidak lekas marah,terhadap apapun dan siapapun tanpa alasan yang jelas atau “masuk akal”.

Menyimpan kesalahan orang selalu dikonotasikan dengan ‘dendam(n)’. Masih menurut KBBI biar lebih terpercaya pengertiannya… Dendam adalah rasa ingin melakukan pembalasan. Membalas(v) adalah mengulang kembali perbuatan yang dikenakan kepadanya. Menurut terjemahan asing Oxford Dictionary,dendam//Revenge(n) mean punisment or injury done to. Because they made you suffer(v). Suffer mean be badly affected by a disease, pain,sadness,etc. Suffering(n) sendiri diartikan dengan Psysical or mental pain. Nah,kita udah  nemu banyak pengertian yang membuat topik ini bisa melebar kemana-mana.Itulah kerennya belajar arti dari setiap suku kata. karena mempelajari etimologi  membuat kita  mendapat lebih banyak  pengertian dan membuka prespektif kita terhadap makna dibalik sebuah suku kata.

Menyimpan kesalahan orang diibaratkan dengan memupuk kebencian , rasa sakit hati yang akan berbuah dendam. Hal ini kontras bertolak belakang dengan KASIH itu sendiri.  Entah mengapa topik  tulisan ini jadi kemana-mana. Setelah menarik arti kata Revenge/dendam yang pengertiannya  berkaitan dengan suffer/menderita. Membuat aku berfikir tentang penelitian yang menyatakan  dendam, amarah, atau emosi itu bisa berujung penyakit. Masuk akal sekarang (buatku),Karena semua yang berasal dari mental/Fisik pasti berdampak pada sistem kekebalan tubuh.

  • Menurut Buku “The Healing and Disease”. TERNYATA jika kt MARAH 5 menit saja, imunitas sistem tubuh kita akan mengalami depresi selama 6 jam.
  • Jika Dendam dan menyimpan kepahitan, imunitas tubuh akan mati. Disinilah bermula awal segala penaykit,stres, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, Rheumatik, Arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).
  • Jika sering membiarkan diri kita stres, maka akan sering mengalami gangguan pencernaan .
  • Jika sering merasa kuatir, maka mudah terkena penyakit nyeri punggung .
  • Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
  • Jika sering membiarkn diri merasa takut yg berlebihan, maka akan mudah kena penyakit ginjal.
  • Jika suka NEGATIVE THINKING, maka akan mudah kena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
  • Jika kita mudah EMOSI dan cenderung PEMARAH, maka bisa rentan tehadap penyakit hepatitis.
  • Jika sering merasa APATIS (tidak pernah perduli) terhadap lingkungan, maka akan berpotensi mengalami penurunan kekebalan tubuh.
  • Jika sering menganggap sepele semua persoalan, maka hal ini bisa mngakibatkan penyakit diabetes.
  • Jika sering merasa kesepian, maka bisa kena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).
  • Jika sering bersedih dan merasa selalu rendah diri, maka bis kena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).

Ngeri,,, ga tuh!?…  apa yang Tuhan  firmankan, semua demi kebaikan kita sendiri. Tubuh ini Tuhan ciptakan untuk merespon segala sesuatunya, Tuhan juga kasih kita free will. Entah kita mau nurut atau sebaliknya ,Dia ga pernah maksain kita , Dia selalu menawarkan dengan kasih bukan kekerasan. Kalau mau menuruti firman hidup kita pasti penuh berkat, bukan sebaliknya memberontak terhadap firman. Firman Tuhan sudah sejak mulanya mengatur segala sesuatu dalam hidup ini. Hanya saja  kita harus berusaha terus belajar dan mengartikannya ,Tuhan senang bekerja sama  untuk membuat kita mengerti apa yang menjadi maksud dan tujuannya bagi kita semua makhluk ciptaanNya yang paling mulia.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.

Kasih itu : Sabar (a)//penyabar(n) antonim dari marah(a)// Pemarah(n)

Karena kasih itu pemaaf tak suka marah/tak mudah marah.Penyabar itu tidak lekas marah. 

well.. Terbukti bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”. 2 Timotius 3:15

[lain kali kita bahas soal kasih ya..]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s