SH mau dibawa kemana ?

Pukul 9 pagi hari Jumat tanggal 9 bulan Januari tahun 2015. Lahir seorang sarjana hukum di salah satu fakultas hukum swasta di kota Surabaya. Entah kegembiraan, rasa puas, rasa lega ataukah sebaliknya. Kecemasan melanda, rasanya kalut, rasanya gugup. seakan kaki yang melangkah maju memasuki gerbang perguruan tinggi bukan kaki yang sama lagi, kekuatannya seolah memudar ketika hendak melangkah keluar dari gapura perguruan ini. Belum siap satu alasan terbesar yang membuatku terus berpikir bagaimana menghadapi besok dengan menyandang gelar Sarjana Hukum. Kemana membawa gelar ini, bagaimana menjadi siap dan mapan ?. Ternyata dunia orang dewasa itu ga semudah yang aku pikirkan. Banyak rancangan dalam hati ini, namun apa daya kalau modal belum seberapa. Modal ilmu maksudku, rasanya kosong, rasanya masih bodoh, rasanya belum sanggup berdiri sendiri. masih mau nyaman dengan kuliah atau sekolah. Bekerja ” berarti lepas dari tanggungan keluarga” dan harus mandiri, benar-benar sendiri.

Setelah selesai sidang skripsi dan dinyatakan lulus, banyak yang kasih selamat dengan berbagai harapan dan pertanyaan; yah, mau kemana? kerja dimana? jadi pengacara ya? cie,,, lulus nih, SH dong.. atau TRAKTIR!!!

well, selama ini rasanya ingin cepat lulus, setelah lulus pada bilang ” enak ya udah ga ada beban” …. mendengar itu rasanya pengen berteriak dan bilang ” salah !” justru inilah beban yang harus ditanggung seumur hidup di atas kaki sendiri dan di atas pundak sendiri. “bekerja” dan itu ga semudah yang kalian anak kuliahan atau sekolah pikir. Inilah siklus manusia, sekolah, kuliah, kerja, nikah, punya anak, pensiun, dan pulang ke rumah BAPA, sebelum itu semua aku ingin siklus “bekerja” menjadi sedikit berbeda, aku ga mau ngulangin apa yang manusia pada umumnya lakukan, bekerja demi uang, meski ga munafik itu yang dibutuhkan. Aku masih terlalu muda untuk mematikan jiwa muda yang terus berontak untuk mengambil alih siklus manusia “bekerja”. Muda yang cuman satu kali ini, rasanya ingin melakukan banyak hal, banyak petualangan, bekerja dengan nurani bekerja dengan hobby bekerja dengan yang ku cintai. bukan uang saja………

seminggu setelah UAS dan setelah Sidang Skripsi; aku memilih ke toko buku*sebenarnya terlalu sering* tapi kali ini pergi untuk mencari jalan keluar dari pertanyaan di otak belakangan ini: Akhirnya,….. seorang SH yang baru lulus ini memutuskan membeli dua buku journalist, kembali ke masa SMA yang sempat berkecimpung di dunia press. Untuk 2 tahun kedepan ingin masuk ke dunia itu lagi. Jurnalistik itu dunia kaya akan pertanyaan, pertanyaan untuk menggali ilmu. artinya kaya akan ilmu yah orang jurnalis selain guru dan semacamnya……….. penasaran, seorang Jolinda Sahusilawane-SH setelah ini mau berbuat apa dengan masa hidupnya dan gelarnya………… ?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s