Shut your “M” .!.

Heran juga. Seringkali kita cepat sekali mengeluarkan pendapat tanpa berpikir; bagaimana perasaan orang, apakah pantas kita berpendapat padahal belum pernah mengalami hal tersebut sebelumnya.

Belum pernah mengalami, belum juga merasakan bagaimana rasanya di posisi orang yang sedang mengalami. Ternyata, oh.. ternyata. Pengalaman lebih penting. Bukan sekedar kata-kata mutiara tanpa makna. Sekedar pendapat, kritik, saran.. blablabla-.

Why not? toh hanya sekedar berpendapat ?!..yeah, pendapat yang hanya sekedar dan alakadarnya itulah yang mampu mendatangkan hal negative. Orang bisa tersinggung or ngikut saran yang salah karena tak berdasar pengalaman. (Dalam kasus tertentu kita bisa berpendapat atas pengalaman orang lain, dan kita jadikan acuan. Tapi ga semua.)

Mengeluarkan kata-kata berupa pendapat saran dan kritik. Kenali dululah siapa yang kita hadapi. Jangan sambar gledek aja. Besar kemungkinan orang tersinggung. Trus, di anggap lancang. Opss

Lebih mudah kasih kritik dan saran ke orang. Dari pada ke diri sendiri. Lebih mudah berkata-kata dari pada bertindak.

Jangan (langsung/sembarangan) berpendapat kalau belum pernah mengalami. Karena kata semata bukan jalan keluar terbaik tanpa pengalaman sebagai penuntun.

Kalau ga diminta pendapat, lebih baik Shut Your “Mouth”  .!.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s