Seperti ditelanjangi. MALU !

 

Budaya kah? atau memang lagi trend? atau karakter (masal)?.

Dulu, kalau gereja dikampung halaman, orang buka bungkus permen bunyi aja udah di plototin apalagi ngobrol. Kata om tante, zaman kami di gereja mana pun juga gitu. (bukan masalah aliran gerejanya).          Permen, sekarang ini; roti, teh, susu, kopi dan sebangsanya ikutan dikunyah pas ibadah. Awalnya, aku sih risih. Terus menggerutu lihat kiri kanan sibuk ngobrol, ketawa tiwi, ngunyah, MAEN HP bahkan selfi (EALAH GUSTI). 3 tahun kemudian, terbiasa dan terbawa. “Ya sudahlah, selagi ada teman yang kek gitu, toh ga ada yang terganggu juga. Sudah jadi budaya mereka”. Hilang sudah budaya dari kampung dulu. Hilang rasa sungkan sama TUHAN. Lebih teratur saat berhadapan dengan Gubernur atau Presiden  ketimbang berhadapan dengan Tuhan di rumah Tuhan. *UGH!..#akubelajar.

Tapi, kemarin. Saat makan siang, sama beberapa teman. Membawaku dalam perbincangan yang membuatku insyaf :

a: gereja dimana kamu?

b: apa gereja gereja? ga penting itu!!.

a: jlep, masih ngunyah dalam diam*

b: itu yang gede banget itu, yang orang-orangnya cuman ngumpul-ngumpul ngomong ga penting, maenan hplah, apa itu.

a: masih diam, ga ngunyah langsung nelen*.oo gereja ****di kota ****.

b: nah ia, itu.

c: brapa kali kamu greja?

b: 2, ga tahu lah lupa.

a: masih diam, ga ngunyah ga nelen, pengen nangis *. Apalagi ini perbincangan di hadapan temen-temen dari berbagai agama. *Seperti ditelanjangi. Malu

perbincangan kek gini udah beberapa kali terjadi, ada 3 temen yang modelnya gini. It’s OK. Ada yang ajaran keluarganya kalau berdoa makan dan kalau hidup baik udah cukup. Ada juga yang menganggap gereja dan aliran-alirannya aneh bin ribet. Ada juga yang kepahitan sama Hamba Tuhan, sistem gereja dan orang KRISTEN. Mereka ga benci TUHAN, Mereka benci kita orang yang ngakunya kristen dan ke gereja ampir saban hari (bukan minggu lagi).

Aku ga bisa banyak komen soal mereka. Aku cuman mau  review diri sendiri dari kejadian ini. Jujur, sebagai anak muda yang sedari kecil melayani Tuhan. Aku sadar, generasi ini jadi cuek dan apatis. Jadi pahit dan sakit hati, karena kecewa sama manusianya. Dan aku ga bisa bilang “jangan lihat manusianya dong, kita kan daging yang masih berdosa blablabla”. Karena pembenaran diri semacam itulah yang bikin kita ga bisa berubah dari karakter lama. Aku kenal komunitas gereja dan pelayanan dikampus karena ada orang-orang yang membuatku tertarik dan nyaman untuk “stay”. Jangan bawa Tuhan dulu dalam masalah ini. Aku orang yang sangat frontal, di awal lahir baru. Merasa paling benar dan paling rohani(sudah berbenah). Lantas belakangan ini, Tuhan mengajarkanku untuk BERUBAH. 2 tahun lalu ga sedikit yang pernah ku tegor dengan sadisnya. Dan kemudian, aku menemui dan diperlakukan sama. Rasanya* UGH! … speechless man. #akubelajar.

Golden Rulenya ini ___ Matius 7:12; “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,  perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”.

Dari hal kecil, kebiasaan kita dalam beribadah, jadi bahan pertimbangan jemaat untuk nyaman/tidak saat beribadah. jemaat pasti lihat tingkah kita yang melayani. Entah kita keasikan ngobrol, datang pelayanan telat, atau ngomong kasar di mimbar, menyinggung dalam perkataan, ga sinkron saat berkata dan bertindak, ngunyah, maen hp, tidur, blabla… *UGH! #akubelajar.

Matius 5:16____Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik  dan memuliakan  Bapamu yang di sorga.”

Memang kita semua manusia dan ga sempurna, tapi kalau kita disadarkan ga mau sadar dan berubah. Yah…. sayang sekali. Tugas kita adalah membawa orang kenal dan dekat sama Tuhan. Bukan membuat mereka semakin menjauh dan apatis terhadap komunitas kerohanian yang dianggap perkumpulan orang munafik *UGH! #akubelajar.

Ini salah satu kisah yang bersejarah dan sangat menampar sampai berbekas hingga hari ini bagi umat kristen. Ilikeyourchrist.jpg

Bagiku gereja, adek rohani dan keluarga besar di komunitas rohanikulah yang menjadi salah satu pemacu semangat untuk kejar prestasi dan jaga hidup(Yang utama Tuhan reekkk). Bukan untuk di puji, tapi salah satu prinsipku. Harus jadi contoh nyata. Bukan hanya pintar berkata dalam bahasa rohani yang memukau. Karena bagiku kesaksian hidup kita akan berbicara lebih nyata dan menyentuh hidup banyak orang ketimbang kesaksian bibir semata.(ini ajaran keluargaku). Gereja adalah rumah Tuhan,bukan saja tempat kita beribadah tapi berkomunitas. Komunitas kerohanian seperti ini sangat penting bagi kehidupan kita. Kerohanian memberi dampak besar dalam segala aspek hidup. Bergereja bukan karena harus tapi karena kerinduan dan kebutuhan. Kita butuh “komunitas”.  Berdoa bisa dimana saja tapi berkomunitas dan menemukan orang-orang yang dapat membantumu untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi, ya.. Gereja. Ingat lingkungan sangat mempengaruhi kita. Aku menjadi saksi hidup bagaimana komunitas di gereja bukan hanya menjadi teman tapi saudara yang selalu siap membantuku baik moril maupun materiil. Aku anak rantau yang bersyukur memiliki keluarga kedua dalam komunitas yang luar biasa dan sangat memberkati hidupku. Kecewa sama manusia ga akan ada habisnya. Kalau bahas kecewa dan mengecewakan sudah pasti pernah. Tapi, Tuhan  saja yang sudah berkali-kali dikecewakan sama ciptaanNya sendiri tanpa pernah mengecewakan ga bisa menyangkali perbuatan tanganNya, karena CINTA Nya yang terlebih besar dari apapun. Masih bisakah kita cari alasan untuk tidak menyukai gereja karena ini itu?.

Ibrani 10:25___Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita,  seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. 

*no offense. Artikel ini adalah review untuk diri sendiri yang aku tulis untuk dibaca dan bisa memacu kita menghidupi firman Tuhan dalam

yesus-turun-dari-kasih-ke-kuasa-diri1.png

A K U   P U N   M A S I H   T E R U S   B E L A J A R…

salt-and-light.jpg

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s