Cuman sekali

Dewasa sudah, mampu berdiri diatas kaki sendiri. Entahlah, sesekali merindukan tangan yang dulunya menopang, memegang erat, menghajar untuk diajar. Sebenarnya, masih butuh pegangan tangan itu. Untuk sekedar kuat melangkah di masa ini. Masa kecil, masa yang paling…. Paling semuanya lah. Tapi dewasa itu bebas. Sebebas, sesukamu. Kadang hampir terhilang. Dulu ada yang mengingatkan, menegur dan memperhatikan. Sekarang mana saja boleh, yang menurutmu baik. Lakukan saja! Toh sudah dewasa ini. Dulu berontak, setiap kali di ajar sekarang cari lagi pengajaran itu. Tapi, belum tentu sama. Takkan sama dengan masa kecil. Hidup di muka bumi cuman sekali. Lantas apa tahu kalau semua hanya sekali, kalau saja tahu. Sudah ku nikmati detik yang berlalu. Supaya dewasa ini semua manis, karena puas akan masa kecil. Bukan sesal dan rindu. Semua yang takkan kembali. Karena hidup bukannya mundur. Sekarang masih muda kan? Bebas kan? N I K M A T I   saja! Cuman sekali nih muda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s