Terima pun, aku tetap INTJ !

Kata mereka; ” kamu berhati dingin, bukan dia berhati batu, terlalu dalam menyimpan hatinya untuk dirinya sendiri. Terlalu cuek untuk memperhatikan orang lain. Hidup dalam dunianya sendiri, entah buku entah laptop. Lihat saja, berjalan depan orang pun rasanya cuman dia sendiri. Apa yang kamu pikirkan? kenapa sulit untuk dimengerti?”.

Ini kataku; ” Sulit untukku menerima orang masuk dalam lingkunganku apalagi hatiku. Aku ingin mengenal lebih dalam setiap mereka yang ku izinkan masuk dalam hidupku. Aku terlalu takut aku terlalu sulit menerima orang lain. Karena ketika aku izinkan mereka menjadi bagian dari hidupku, kasih sayang perhatian dan ketulusan akan ku berikan. Bahkan berkorban pun tak butuh banyak pertimbangan seperti biasanya aku bertindak. Banyak hal dibelakang sana membuatku terbentuk sedemikian ini untu menjadi benteng bagi diriku sendiri.”

Akhir-akhir ini belajar untuk peduli terhadap orang lain itu terlalu sulit, tidak nyaman, sudah ku coba tapi jika orang itu bukan yang paling dekat rasanya *fake*. Aku pun belajar mengungkapkan rasa mengasihi dan rasa suka dengan cara yang aku pikir tepat tapi aku tahu orang itu bingung, mungkin aku terlalu frontal karena aku pun tak tahu bagaimana harus mengendalikan dan mengatur perasaan ketika logika berhasil di kalahkan. Tapi semua sama saja, seperti asap berbaur udara lantas hilang. Sudahlah, yang penting sudah ku coba, jika dia tidak mau mengajariku mengimbangiku aku jadi tak seimbang mending sudahi saja dulu. Aku cukup extreme akhir-akhir ini, padahal itu semua bukan aku yang sesungguhnya. Benci ketika ada yang baru kenal lantas berpikir aku seperti itu. Jangan kaget kalau aku berubah sedemikian rupa kembali kemana aku terbentuk dan itulah aku. Lelah sudahi saja kelakuan yang bukan aku. Mereka tidak memaksa aku jadi orang lain, hanya tanpa sadar mereka membuatku ingin berubah tapi tak bisa jua. TERIMA PUN AKU TETAP INTJ.

INTJ penyendiri yang tidak nyaman bila mengungkapkan perasaannya atau berada dalam situasi yang menguras emosi. Menyebabkan INTJ hanya memendam perasaannya tanpa pernah mengungkapkannya. Hal itu bisa terjadi karena INTJ melihat peluang keberhasilannya kecil, lagi-lagi dengan logika.

Dalam mencari pasangan INTJ memiliki daftar kriteria pasangan di kepalanya. Salah satu syarat bagi pasangan INTJ adalah dia harus rasional penuh logika. INTJ menggunakan pendekatan logika dalam asmara, padahal segala sesuatu tidak harus diselesaikan hanya dengan logika hal tersebut justru membuat INTJ kesulitan memperoleh pasangannya. Suatu ironi justru terjadi saat INTJ sedang tidak berniat mencari pasangan namun ada orang lain yang tertarik padanya, sedangkan orang tersebut tidak sesuai kriteria pasangan INTJ. 

Seorang INTJ lebih mengedepankan logika dibandingkan perasaan, begitu juga dalam asmara. Bila seorang INTJ berpikir hubungannya tidak akan berjalan baik, dia tidak segan-segan memutuskan hubungan asmaranya. Dikarenakan INTJ sulit untuk tertarik dan berbagi pada seseorang, namun begitu INTJ menemukan pasangan yang dapat mengisi dan saling berbagi INTJ akan melepaskan egonya. Hal itulah yang membuat INTJ menjadi pasangan yang setia.

 INTJ relationships are slow to start, usually because this personality is romantically awkward.

To love means to open ourselves to the negative as well as the positive – to grief, sorrow, and disappointment as well as to joy, fulfillment, and an intensity of consciousness we did not know was possible before.” — Rollo May

INTJs as Friends: INTJs are usually difficult to get to know well, and difficult to get close to. Those who are close to the INTJ will highly value them for their ideas and knowledge. Although INTJs are generally very serious-minded people, they also have been known to enjoy letting loose and having fun, if others pull them into it. They also can be really good at telling jokes, and exhibiting a sarcastic wit with a poker face.

The INTJ is not likely to choose to spend time with people who they feel don’t have anything to offer the INTJ. They especially like to spend time with other Intuitive Thinkers, and also usually enjoy the company of Intuitive Feelers. These personality types love to theorize and speculate about ideas, and so can usually relate well to the INTJ, who loves to analyze ideas.

Screen Shot 2016-01-27 at 12.06.03.png

Karena Aku INTJ (Introvert, Intuitive, Thinking, Judging)

 

 

 

 

 

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. Hi there,
    Mbti ataupun intj jangan dijadikan ‘excuse’ dari semua masalah kepribadian, soalnya gak semua intj sama.
    Tapi ya emang sih sebagai intj juga ngerti dg yang kamu tulis haha.. coba ikut gabung ke group di facebook INTJ Indonesia, disana ada female intj juga.

    1. joeurnaly says:

      Benar, paling tidak bs mengerti diri sendiri untuk bisa membawa diri semakin lbh baik dtengah msyarakt.

  2. Cool! Ahahaha, aku yang dulu nih.
    Tapi nicenya INTJ, dia fokus POL sama targetnya. Sekali enggak ya enggak, sekali iya maka jangan pernah suruh mereka berhenti, susah soalnya.
    Pernah tuh deket sama org, trus lamalama dia gak sopan sikapnya. Posisi masih INTJ, lgsg memutuskan untuk putus hubungan pertemanan (bukan berarti musuh). Dalam sekian bulan bicara cuma 1-2 kali doang, itu pun soal tugas (paling cuma manggil). Trus soal cowok juga lebih fokus sama kriteria ahaha.
    Meski gak akrab sih (yah semua INTJ gak sepenuhnya sama hehe). #edisinimbrung

    1. joeurnaly says:

      Lol ia dek, INTJ emang gitulah susah di mengerti. Yg pasti terus di ubahkan seperti yg Dia mau heheh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s