Ladang dan pengerja yang sehat

(1 Korintus 13:13)

Hubungan antar pengerja sehat, ladang Tuhan pasti sehat. Dimana-mana penyakit; kehilangan kasih & kerendahan hati sedang menggerogoti ladang Tuhan. Dimana pun ladang itu, entah komunitas, kampus, sekolah, bahkan Gereja. Ada degradasi KASIH. Sebagai manusia biasa, ketika melihat banyak hal terjadi di ladang-ladang Tuhan, rasa duka meliputi hati. Ketika para pengerja ladang mementingkan demonstrasi mujizat di atas kasih terhadap sesama. Menjunjung tinggi ladang sendiri ketimbang ladang yang lain, menghujat, menghina, menjatuhkan dan memfitnah dari atas mimbar sendiri. Tanpa menyadari, bahwa apapun yang di lontarkan dari tempat kudus Tuhan, dimana Firman di beritakan akan ada konsekuensi, bukan hanya untuk pengerja tersebut. Tapi bagi seisi ladang yang di kelolanya. Mujizat akan terus terjadi, urapan seolah-olah terus mengalir, tetapi ada sesuatu yang dicabut, ada sesuatu yang hilang, lama kelamaan, akan terasa bahwa keadaan ladangnya mengering lama-lama bisa mati. Iblis mengecoh banyak ladang beserta pengerjanya. Kenyamanan, kekayaan, posisi dan pengakuan membuat manusia lupa. Lupa kalau pengerja ladang memiliki tuan yang harus di utamakan. Posisi seseorang dalam sebuah ladang, menentukan apakah ladang itu akan sehat bertumbuh dan semakin condong kepada Tuhan atau sibuk mengurus hal-hal duniawi yang tidak seharusnya. Sampai lupa akan jiwa-jiwa yang di percayakan, kekeringan dimana-mana, tulang kering tergeletak karena kekurangan makanan rohani atau sakit karena tidak mendapat asupan makanan rohani yang sehat. Kebanyakan dari pengerja mencari tangan tuannya, untuk melakukan mujizat, memberkati, melindungi. Menodong tuannya untuk mengingat janji-janji yang Dia berikan. Tanpa tahu diri, seberapa pantas pengerja ladang menodong tuannya dengan pekerjaan yang tidak benar-benar beres dan memuaskan. Tuan pemilik ladang bersabar, besar hati dan penuh kasih. Dia bukan otoriter atau diktator, Dia tuan yang mengerti dan mengampuni. Namun segalanya pasti ada batas waktu. Jikalau pengerja ingat akan kasih mula-mula dimana mereka mencari HatiNya terlebih dahulu sudah pasti tanganNya akan turun memberi apa saja yang dibutuhkan pengerja dan umat.

Mujizat yang terjadi, terkadang bukan karena si pengerja, tapi karena Tuhan memang mau melakukan mujizat karena doa si sakit atau jemaat itu sendiri. Jangan sampai pengerja GR, merasa hidupnya tidak seintim dulu dengan tuannya namun mujizat tetap berlangsung. Ketika mujizat berlangsung, bukan karena kuat dan gagah atau ilmu yang di miliki si pengerja itu. Alangkah baiknya si pengerja mengembalikan semua kemuliaan bagiNya, SEMUANYA. Sehingga tidak ada alasan untuk sombong atau mengagung-agungkan diri atas mujizat yang terjadi ! TIDAK ADA HAK ! Siapa si pengerja ? Manusia biasa ! Jangan sampai mencuri kemuliaanNYA !!!

(Lukas 10:20)

Sudah ada upah dan jaminan besar, lebih dari sekedar memuji dan di puji, yaitu namamu terdaftar di sorga !.. Jangan biarkan iblis mengganti sorga dengan neraka karena kesombongan yang membutakan mata dan membuat tidak sadar diri. Itulah mengapa Tuhan tidak mau kita bersukacita karena roh-roh itu takluk kepada kepada kita AGAR KITA TIDAK SOMBONG LALU JATUH !.

Dia bukan hanya Tuan bagi setiap pengerja di ladangNya, Dia juga Bapa, Gembala, Tuhan yang penuh dengan kasih. Diantara 3 hal dalam 1 Korintus 13:13 Iman, Pengharapan dan kasih. Yang terutama ialah KASIH. Kasih merupakan hal utama dalam sebuah komunitas rohani bahkan bergereja. Sedih dan kecewa karena melihat tingkah laku para pengerja yang melupakan kasih. Ataupun mengutamakan kasih, namun kasih bersyarat antar sesama pengerja dan jemaat saja. Kebanggaan berlebihan membuat kita merendahkan yang lain, merasa paling benar membuat kita merasa tidak ada yang lebih benar lagi atau yang tidak sepaham salah semua. Sedih rasanya, sebagai manusia merasakan kesedihan yang mendalam. Apalagi hati Bapa, sudah robek porak poranda, tapi apakah para pengerja sekaligus anak-anaknya memahami isi hatinya? Atau selama ini menghampirinya hanya untu mencari tanganNya?. Mungkin saat ini Dia diam, karena penghakiman harus di mulai dari rumahNya. Tapi, Dia tidak akan tinggal diam, bagaimana ada kasih ketika membiarkan begitu saja dombanya pergi, terhilang, di usir, di depak sepak apalah namanya. Sesama pengerja mencari pembenaran diri, mencari posisi aman, mengatasnamakan Tuhan dan mengutip Firman. Alangkah rusaknya. Alangkah hancurnya hidup tanpa kasih, KASIH TIDAK MUNAFIK. Jika ada kemunafikan berarti bukan kasih !. Kasih tidak menghitung-untung rugi, kasih berkorban, korban bukan hanya uang dan waktu, tapi perasaan. Jika kita mengalami ketidak-adilan dan fitnah untuk apa sibuk mencari pembenaran dari manusia?. Bukankah pembelaan Tuhan nyata. Bukankah kita ini pengerjaNya pasti Dia bela, ketika kita juga bersalah, pasti harus sadar diri. Karena hukum tabur tuai berlaku, mungkin bukan dalam perkara yang sama, bisa saja dulu kita pernah berbuat hal yang menyakiti orang, maka sekarang kita menabur dari perkara lain. Segera bereskan agar tidak berlanjut. Tuhan tidak akan setega itu membuat kita dipermalukan. Jika bukan untuk memproses kita atau memberi pelajaran untuk kita. Kasih tidak dapat di rekayasa, kasih mengalir dari hati, hati Bapa yang ada dalam hati setiap pengerja. Tidak sedikit ladang yang subur, ladang yang penuh kasih, ladang yang para pengerjanya mempertahankan satu domba dengan sangat gigih, hingga di percayakan begitu banyak domba, karena satu domba di kenal baik, dilayani, dan di bantu bertumbuh. Semua domba yang dimilikinya sehat dan gemuk. Ketika ladang mencari hatiNya dan mengutamakanNya pastilah tidak dapat di tutup-tutupi terlihat jelas ladang itu sehat, sejahterah. Jika ada masalah dalam ladang itu, mereka mengutamakan kasih, sehingga yang bermasalah tidak akan di ketahui orang banyak. Tidak akan menjadi bahan perbincangan banyak orang dimana-mana. Tidak ada saling menghakimi, karena siapa kita. Jika Tuhan mengampuni kita seberapa pun dosa orang yang sudah bersalah, Tuhan pasti akan mengampuni, tergantung apakah kita mengasihi orang itu juga atau membiarkan dia pergi keluar begitu saja dengan kepahitan dan rasa salah seumur hidup. Kasih membentuk kekeluargaan, kasih tidak akan merasa aman dan nyaman ketika ada jemaat atau pengerja yang tidak beres, kasih membalut dan mengampuni. Kasih melebihi mujizat-mujizat dan nubuat-nubuatan yang ada. Jika tidak ada kasih untuk apa semua itu?.

Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak marah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan dan menanggung segala sesuatu. Semua hal ini akan ada pada ladang yang sehat, pengerja yang sehat. Kasih di atas segalanya. Meski si pengerja adalah orang yang bisa bernubuat dan melakukan ini itu, namun jika tidak ada kasih, untuk apa semua itu ?!..

(Efesus 6: 5-8)

Jangan sampai kita melayani untuk pencitraan, ingat di awal melayani penuh kasih mula-mula lantas terkikis dengan semua yang kita terima. Jangan sampai dusta keluar dari mulut kita hanya untuk menyenangkan hati manusia. Sekecil atau sebesar apapun. Dusta tetap dusta. Dia tuan yang mengerti kedalaman hati setiap pengerjaNya, Dia tahu track record setiap orang, siapa yang bisa bersembunyi dariNya? kita terbuka dan telanjang di hadapanNya..

Amsal 8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Saya pun menulis ini untuk saya, mari sama-sama belajar dan mengerti Hati Bapa. Firman Tuhan untuk mengajar menegor. Selagi ada waktu, jangan sampai kita yang mengerti firman dan hafal banyak firman ini terhilang karena siasat iblis yang menghancurkan ladangNya dengan kedagingan kita sebagai manusia. Utamakan Yesus, untuk Dia dan hanya Dia semua kemuliaan, manusia hanya alatNya, akan banyak orang-orang hebat berhati Bapa penuh kasih yang di pilih dan bangkit untuk menggembalakan domba-dombaNya. Mari sesama ladang Tuhan, yang sama-sama berdiri untuk kemuliaanNya dan di atas firmanNya, saling topang saling dukung saling mendoakan. Bukan untuk banyak-banyakan jumlah jemaat ini bukan kompetisi demikian, ini bicara soal wadah yang siap dipakai untuk menampung jiwa-jiwa yang masih mengembara di luar sana. Jika hanya satu saja ladang yang dipakaiNya tidak akan mampu, Tuhan juga rindu banyak ladang dan wadah di pakaiNya untuk bekerja sama. Sekali lagi bukan untuk kompetisi mana yang paling benar mana paling suci mana paling banyak jiwa mana paling keren. Bekerja samalah kita satu tubuh Yesus dengan beragam fungsi namun tidak bisa terpisah J.

Tuhan Yesus memberkati …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s