Hati dan logika

Berteman dengan diri sendiri
dalam diam saling mengenal 
merasakan waktu berlalu 
terhitung setiap hembusan dan helaan nafas
kedipan mata dan denyutan jantung 
berpacu dalam percakapan antara hati dan logika

Hanya sendiri dalam diam dan sunyi 
namun dalam diri terlibat gejolak percakapan penting
hati dan logika berperang saling menyalahkan 
kata hati "ini saatnya logika mendengarkanku
terlalu lama aku mengalah ketika tempatku 
bukan lagi aku, dalam riuh aku tak terdengar"
lantas logika menimpali " jika posisi utama dalam riuh 
ada hati, maka diri ini terlihat lemah"
hati geram " lemah ? dalam sunyi kesombongan logika-
semakin terlihat, logika kamu hanya topeng"
logika tak ingin mengalah"topeng yang membuat diri ini kuat"
hati mulai berbicara lembut  namun memberi makna 
"jika logika dalam riuh membuat diri ini terlihat kuat-
maka dalam sunyi kejujuran menelanjangi kelemahan diri"
logika tak bergeming, kalah rasanya. 

Hati selalu mampu melemahkan diri namun logika pun 
tak selamanya menguatkan karena sesungguhnya 
keduanya tak terpisahkan
ada kala dimana hati berperan dalam riuh maupun dalam sunyi
ada kalanya dimana logika berperan dalam sunyi 
maupun dalam riuh...
Manusia terdiri dari hati dan logika
membuat mereka akur tidaklah mudah
namun membuat mereka terpisah bukanlah hal yang tepat
tidak boleh ada yang lebih berkuasa 
keduanya harus saling mengikat dan sama kuat 


Advertisements

2 Comments Add yours

    1. joeurnaly says:

      thank you ade πŸ™‚ πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s