Khotbah Doa Malam

Intisari Khotbah Ps. Philip Mantofa + testimoni beberapa leader & fulltimer

Punya karunia profetik. Tujuannya supaya orang lain ngalami Tuhan. Kita kalau melayani orang jangan asal-asalan kek orang doa makan. Terima kasih Tuhan atas berkatMu amin. Belajar untuk mendengarkan suara Roh Kudus untuk orang yang kita layani, ga tentu kita pengkotbah, atau bicara di hadapan 100 orang. Tapi siapa pun orang yang Tuhan kirim untuk kita layani kita harus melayaninya dengan baik. Kalau ada yang minta baju kita kasih jaket, kita harus melayani sunguh-sungguh, berani bernubuat, berani bukan berarti jadi nabi itu pilihan Tuhan, melayani orang dimana aja. Toko, sekolah dimana pun jangan minder, jangan bilang tunggu pendetaku, tidak begitu, andalah hamba Tuhan saat itu. Butuh ketaatan bagi kita untuk melangkah. Melayani dalam profetik artinya kita membiarkan Tuhan mengobrak abrikan sesuatu, dan apapun yang Tuhan tetapkan, untuk mencabut mendobrak dan membuat tidak nyaman kalau itu adalah dari Tuhan demi sebuah ketaatan kita harus berjalan, Seorang nabi harus seimbang dalam buah-buah rohnya. Doa malam ga banyak orang mengerti, biasanya kristen awam yang biasa-biasa hanya mau datang sekali saja ibadah di hari minggu, tapi ada yang rindu lebih doa malam. Tapi ada yang ga bisa karena pekerjaan. Tapi pada umumnya adalah orang yang rindu melayani. Anda harus di perlengkapi dengan karunia. Semoga semua tersebar dari seluruh pemimpin yang mengikuti seminar 2 hari ini. Jemaat semakin di perlengkapi. Abdi Tuhan orang dalam. Contohnya kalau doa altar call jemaat 100, pendeta doakan satu-satu butuh waktu 100 menit kalo satu orang 1 menit. Maka itu Tuhan bilang pada musa bagikan rohmu, kepada 70 orang lalu 70 orang-orang mengalami kepenuhan. Kalau semua orang seperti saya pelayanan akan rata ke semua. Kalau 100 orang nanti altar call, tenang yang baru dilatih 200 pemimpin, gembala dan hamba Tuhan fulltimer. Jadi anda bisa di layani 2 orang sekaligus. Dengan demikian ga perlu 100 menit. Ini yang disebut perlengkapan. Karunia nabi takluk pada nabi, bukan kita menciptakan nabi lalu berkeliaran kemana-mana di seluruh Surabaya, ga ada, ga boleh ada yang ngaku-ngaku. Kepemimpinan dari atas. Karunia bernubuat itu harus di kejar. Artinya kita semua bisa bernubuat. Saya ingat Ko Philip pernah bilang, kalau kita melayani orang dengan sangat baik orang itu akan di berkati tapi ketika melayani dengan kuasa profetik maka orang itu akan merasakan secara pribadi Tuhan dan mengubah hidup orang itu. Tuhan bukan hanya mencurahkan Roh Kudus. Untuk kita bahasa Roh tapi juga bernubuat.

Ko Philip; Ingat nubuatan ada dua macam bukan lu buat ya. Nubuatan bukan untuk agenda pribadi tapi untuk menolong dan membangun orang lain dan kepentingan bersama, bukan supaya di kagumi orang, terus banyak undangan dapat uang itu namanya nabi amplopan. Saya ga rela doakan orang kek doa makan. Aku ingin dia pulang ada perjumpaan yang tak terlupakan dia betul-betul mengalami Tuhan.

Testimoni: Dimensi profetik adalah mendengaran kebenaran Firman untuk orang lain. Saya ke rumah satu keluarga. Untuk menceritakan Tuhan Yesus, lalu orang yang saya mau ajak ini menolak karena kepahitan sama Tuhan. Tapi Tuhan ga pernah gagal, malah anaknya dia minta untuk di jangkau. Jadi penolakan itu seperti jalan belakang untuk seseorang menerima. Puji Tuhan satu ponaannya mau ikut ke CG.

Ko Philip; Tidak ada kata no. Karena no dari orang ada another yes. Roh Kudus itu memberi pelajaran lewat kesaksian orang lain. 1 Korintus 14 ayat 1. Kasih nomor satu bukan karunia, orang kalau mau bernubuat harus didasarkan kasih karena dia mau tolong orang itu. Melalui keberanian kita juga untuk taat. Nubuat ada dua macam. Pengajaran yang saya kasih dua hari ini hampir 10 jam. Level rohani kita beda-beda. Makanya saya tidak sembarangan mengajarkan ini di umum. Pelayanan ga harus di atas mimbar. Melayani itu yang penting orang yang dilayani bukan show. Transisi level rohani itu butuh progres. Hubungan lebih dalam dan lebih peka. Profetik itu sederhana artinya mendengar suara Allah, baca Alkitab itu penting. Jangan sampai kita bilang suara Tuhan tapi ga pernah baca Alkitab. Tuhan mau memakai anda bukan hanya untuk dirimu tapi Allah mau pakai anda supaya jadi berkat untuk orang lain. Tuhan mau kita dewasa rohani, kejar kasih dulu, tapi usahakan loh ya memperoleh karunia nubuat. Nubuat terbagi dua. Dari 10 jam pengajaran dalam doa malam ini saya mau bagikan sedikit untuk anda. Untuk itu anda harus jadi orang kristen yang berguna, tapi ketika firman Tuhan yang kelaur dari mulutmu orang di berkati. Bukan gosip melulu. Nubuat /profesi; fortelling- Jangan percaya dukun dia aja ga tahu masa depan dia ngapain percaya sama dia. Kami pengkotbah dari firman kami ga claim kami tahu masa depan anda. Firman ini kekal. Bukan hanya memprediksi seperti peramal. Tapi Tuhan memberi tahu apa yang akan terjadi. Karena jadi nabi itu berat orang bisa kejar-kejar suruh meramal. Hati-hati bukan untuk meramal. Kalau semua tergantung khotbah ga sehat gereja ini, butuh pelayanan sesama kita, nubuatan adalah berkat dan kekuatan.

Dimensi profetik adalah keintiman semakin kita intim dengan Tuhan, kita semakin mengaktifasi roh kita. Saya belajar, untuk dengar-dengaran dengan Roh Kudus, melatih apa yang Tuhan katakan. Waktu saya turun dari tangga ruang ibadah. saya ketemu salah satu gembala satelit, lalu saya bilang ko saya ini punya tempat di Surabaya timur dengan kapasitas 170, ternyata ko Margono itu bilang. Dia lagi cari tempat itu dengan kapasitas 170. Dia bilang mau sewa tadinya. Lalu saya secara spontan bisa bilang begitu.

Ko Philip; Kalau Tuhan tuntun anda bisa ketemu dengan orang yang membutuhkan. Umat yang profetik harus gitu buka ncoba-coba, ada yang dibritahu ada yang tiba-tiba dituntun gitu saja. Kita ga boleh ciba-coba. Tuntun aku Roh Kudus. Aku minta waktu Ilahi. Itulah umat yang dituntun. Khotbah itu umum tapi merhema. Dan yang bisa menuntun adalah Roh Kudus. Karena kita ga tahu hidup masing-masing orang. Gereja yang profetik yang punya GPSnya Tuhan. Kalau kita salah jalan, jangan mudah menyerah, GPS akan recalculation. Satelit akan memantau dan membalikan jalan. Mazmur 23. Kalau ga salah berarti kita bisa sampai lebih tepat waktu. Tapi karena salah jalan maka abis waktu di jalan. Tapi dari pada tersesat selamanya. Jangan mengeluh kalau salah jalan. Tuhan besertaku. Yesaya 50 ayat 4 & 5. Lakukan semua untuk Tuhan.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s