Spirit of Excellent

Ps. Jeffrey Rachmat 

  Spirit of Excellent, hal-hal kecil yang membuat perbedaan yang luar biasa. Kemampuan saudara untuk berusaha memperhatikan hal yang kecil yang membuat perbedaan. Contoh anda datang ke sebuah restoran untuk ke dua kalinya, saudara di sambut dengan nama saudara, pasti saudara merasa heran dan senang, (baca matius 13:31-32). Salah satu pelayanan Yesus di bumi adalah sibuk menjelaskan pada manusia bagaimana kerajaan surga bekerja, sehingga manusia mengerti bagaimana cara mendekati Tuhan. Tuhan itu kekal, tidak ada batas, tidak kenal waktu. Bagaimana caranya kita mengenali jalan-jalanNya kalau Dia tidak mengenal waktu. Kita terbatas oleh waktu, bagaimana kita mengenal Dia yang tidak terbatas waktu, itu sebabnya dalam wahyu mengatakan Akulah Alfa dan Omega, yang awal dan akhir. Dia sedang pakai termnologinya manusia.

Contoh; Dia ingin punya pohon yang besar di akhir, berarti di awal ada sebuah benih, dan benih itu disebut biji sesawi, biji yang sangat kecil.  Jika mau mendapat pohon besar di masa depan, sekarang yang Dia butuhkan cuman sekedar benih, pada saat Dia lihat benih ini, Dia sudah bisa lihat pohon besar itu di akhir, dan pada saat Dia lihat pohon ini di akhir Dia tahu di awal seperti apa.

  Jika saudara inginkan terobosan, ingin mendapat mimpi yang besar, kehidupan yang bahagia, bisnis dan pelayanan yang besar, pekerjaan yang go internasional, itu sesuatu yang bagus, Dia tidak melarang, tetapi bagaimana Dia menyediakanNya bagi saudara, Dia memberikan pada saudara hal yang sederhana, Dia senang ketika memberikannya pada saudara, karena Dia tahu akan seperti apa yang kecil ini di tangan saudara. Tapi seringkali kita gagal mengenali potensi dari yang kecil ini, bukannya memperlakukan dengan baik, bukannya tanam, tapi perlakukan sembarangan, akhirnya kita tidak bisa melihat masa depan yang cerah. Mungkin saudara berdoa untuk bisnis dan pekerjaan yang besar dll, tapi dimana Tuhan mau saudara awali yang si besar itulah yang menentukan kedepannya jadi seperti apa mimpi saudara. Contoh saudara melamar di JPCC Choir, di hari pertama, dapat mic juga ngga, saudara bilang suara gw lebih bagus dari yang berdiri di depan mic, kenapa gw ga dapat mic, atau saudara berdiri dibelakang, udah ga kelihatan ga dapat mic lagi. Mungkin yang saudara lakukan ga kelihatan, tapi dari yang kecil ini, Dia tahu saudara kedepan mau jadi apa, Dia tahu masa depan saudara seperti apa, Dia tahu dan melihatnya, tapi bagaimana saudara memperlakukan ini akan berdampak pada yang di depan sana. Karena Lukas 16, barang siapa yang tidak setia dan benar di perkara kecil, dia tidak benar juga dengan perkara besar. Untuk sampai ke sana saudara perlu proses dan waktu, saya tidak tahu berapa lama. Dalam proses ini harus belajar setia, sabar, tahan uji. Mungkin sekarang saudara melakukan hal kecil dan saudara tahu ini benih dan saudara setia (produktif), maka apa yang akan terjadi, karakter saudara sedang di bentuk. Sehingga saudara nanti siap untuk panggung yang besar saudara punya karakter yang siap. Hidup bukan sekedar journey, karena kalau hanya sekedar itu anda akan jalan-jalan tanpa tujuan, tapi hidup itu adalah perjalanan dan tujuan. Life is about journey and destiny. Tetapkan tujuan baru enjoy the process. Saya pertama kali pelayanan angkut speaker, karena rungan itu sewa, datang susun kursi, setelah itu kebaktian, yang lain pulang saya angkut kursi, beresin semua, berminggu-minggu seperti itu, temenin pendeta antar kemana-mana, mau ngerti kek mau ga ngerti kek ikut saja, tanpa saya sadar, Tuhan sedang nilai saya, apa saya setia, tahan uji dan sabar, untuk suatu saat Tuhan kasih saya panggung yang lebih besar. Seperti Daud yang melakukan pekerjaan yang kecil hina, tapi dia setia, tekun.

Contoh saudara diminta bantu untuk pelayanan kedukaan, lalu saudara bilang ah, panggilan saya bukan di situ, saya di panggung yang besar. Kalau saudara terlalu besar untuk perkara kecil saudara terlalu kecil untuk perkara yang besar. Kalau dari hal kecil saudara setia, saudara akan ahli dalam hal-hal itu. Dan ada kesempatan besar datang saudara bisa bilang i am ready for it !.

  Seperti Daud, ketika ada kesempatan kalahkan goliat, ia ga bilang aku latihan dulu ya, tapi dia bilang i am ready for it. Jangan memandang rendah apapun yang dipercayakan kepada saudara, (Amsal 22: 29) cakap mastering in everything that he does, karena dia terus melatih dirinya. Dihadapan raja-raja dia berdiri bukan di hadapan orang hina, excellent bukan perbuatan saja tapi prinsip hidup, prinsip ini membuat orang tersebut untuk terus menantang dirinya sendiri menjadi lebih baik, tidak merasa tersaingi dan menyangingi orang lain. Karena dia tahu dia bisa lebih baik lagi. Itulah sikap yang betul, aku bisa jadi ayah, suami, atau istri yang lebih baik dari pada hari ini. Sibuk menantang diri sendiri. How can i do this better? apapun yang sekarang saudara lakukan, jadilah orang seperti ini, mengerjakan yang terbaik, bukan karena siapa pemimpin anda, atau suasana kerja atau tersaingi, tapi karena ada spirit of excellent, mau pemimpin bagus atau tidak. Daniel masih muda di buang ke kerajaan Babel, dia punya alasan untuk marah, kecewa terhadap dirinya dan Tuhan, tapi tidak demikian, dia di angkat untuk belajar bahasa orang babel, jadi pelayan mulai dari kecil. Meski pun kelihatannya mewah, apapun yang di makan raja juga di makan oleh pelayan-pelayannya, padahal tidak demikian raja hanya ingin cari aman, pelayanannya makan dulu kalau tidak kenapa napa baru raja makan, tapi Daniel pegang prinsip tidak menajiskan dirinya. Dia berani maju kedepan dan bilang saya tidak akan menajiskan dirinya, satu sifat yang di cari Tuhan. Ingat dia orang buangan dan masih muda, beranikah saudara betul-betul pegang prinsip hidp saudara, contoh soal kekudusan saja, jaga sampai saudara menikah nanti? . Atau saudara orang yang pelayanan, iya. Cinta Tuhan, iya. Tapi pacaran lebih ganas dari yang lain. Daniel meski minoritas, tidak mau menajiskan dirinya. Lihat respon Tuhan, Daniel mendapat kasih dari pemimpin-pemimpinnya. Daniel excellent dalam sikap, karakter dan etika.

  Daniel 1:17 ayat ini bukti bahwa Tuhan bukan hanya sekedar tertarik sama hati kita tapi tertarik memakai otak kita. Biasanya anak Tuhan di identikan dengan suci hati, dulu saya suka dengar, kalau orang tua punya 3 orang anak, ada satu yang tidak di terima dimana-mana akhirnya masuk theologia aja, dalam hati saya pantesan, 😀 kita di identikan dengan hati yang suci, bego soal dosa tapi pada saat yang bersamaan bego semuanya 😀 . Tuhan menganugrahkan kepandaian kecerdasan pada Daniel. Ini yang benar, ini yang saya rindukan terjadi, orang-orang yang pegang teguh nilai kehidupan, kemurnian hati dan punya tingkat kecerdasan yang luar biasa. Lebih cerdas dan pandai dari yang lain. Saya baca semua translation, ada yang aneh disini, raja sujud pada Daniel. Sekarang yang dimuliakan atas hidup Daniel adalah Tuhan Allah. Daniel ketika berhasil tidak lupa pada teman-temannya. Dia mulai semua dari seorang pelayan, dan berakhir disini. Daniel melayani 3 raja. Orang lain sibuk bercerita dan promosi tentang Daniel, itu orang yang excellent. Kalau saudara excellent saudara tidak perlu promosi diri saudara sendiri. (baca ayat selanjutnya dalam kitab Daniel), bukan Daniel yang mau ketemu, berusaha setengah mati, tapi raja yang mau ketemu sama dia. Meski pun buangan dan minoritas tidak menghalangi dia untuk menjadi seseorang yang berakal budi, dalam pemerintahan raja ke 3 (Daniel pasal 6), amazing story about Daniel. Kalau seseorang setia dalam perkara kecil akan setia dalam perkara besar, orang cari kesalahan dia, mereka tidak menemukannya kecuali ini; dalam hal ibadahnya. Kemudian orang-orang yang iri ini mulai menjebak raja Darius untuk membuat peraturan yang menjerat Daniel. Karena orang-orang ini tahu Daniel selalu datang pada Allahnya meminta pertolongan. Raja sadar dia terjebak, raja berusaha melepaskan Daniel tapi tidak bisa, singa melihat Daniel nda pengen makan*lucu. Lebih lucu lagi raja berpuasa supaya Daniel tidak dimakan singa ini luar biasa. Daniel pasal 6: 25-26. Keren banget ini ayat!. Daniel sama sekali nda usah bersaksi, raja Darius yang bikin this is my story tentang Daniel 😀 . Dia yang bikin kesaksian buat Daniel. Ingat Daniel masih muda, tapi dia setia dengan perkara kecil, 3 pemerintahan dia tetap konsisten. Dengan jabatan tinggi tidak sekali pun imannya kendor. Atau alasan untuk tidak beribadah. Excellent in character, spirit and  knowledge.

  Saudara akan di perhadapkan dengan situasi yang sulit, ketika menahan nilai hidup saudara. Beranikah saudara tetap excellent in your spirit and faith? kalau ini bisa terjadi di perjanjian lama ini juga bisa lebih lagi terjadi dalam perjanjian baru. Saya percaya ada orang-orang seperti Daniel yang sedang memagang tanggung jawab kecil, saudara di banting bangkit lagi, demikian seterusnya. Teruslah setia, think big, ones step a time, ones step a time terus … sampai saudara menjadi pemenang.

-17 Juli 2016 ( JPCC Church)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s