Kasih Mula-mula (Ps. Philip Mantofa)

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu  yang semula. (Wahyu 2: 4)

Ketika saya lahir baru, saya mengejar hati Daud untuk mencintai perkara-perkara Tuhan bukan perkara dunia.  Hati saya sudah di set untuk merenungkan Firman Tuhan siang malam. Semua yang baik yang sekarang saya terima saat ini semua dari Tuhan. Kasih mula-mula, Mencintai hadirat Tuhan perlu belajar sejak masa muda. 

Dalam hadiratNya ada terang dan kekuatan. Hadirat Tuhan bukan hanya nyanyi dan lip service tp yang penting adalah hati yang mencari wajah Tuhan. Orang muda lebih suka hawa nafsu dan hal duniawi. Tapi kalau Tuhan temukan anak muda yang punya hati seperti Daud Tuhan akan urapi, membunuh goliat hanya efek sampingnya saja. Tuhan memanggil Daud untuk hubungan. Tapi kalau ada rintangan di depannya Tuhan akan pakai orang yang paling mengasihi Dia. [Seperti Tuhan bertanya pada Petrus apakah dia mengasihi-Nya lebih dari apapun? dan Petrus menjawab ia] kemudian dia diberikan kunci kerajaan Sorga. Orang yang mengasihi Tuhan selalu jadi pilihan Tuhan ketika Dia dan kerajaanNya berbenturan dengan sebuah rintangan, Tuhan akan pakai orang itu. Kunci di pakai Tuhan itu bukan urapan yang utama, itu seperti minyak di kendaraan. Kalau kita tahu tujuan kita kemana Tuhan akan isi besin kita, urapan itu hanya bahan bakarnya. Urapan pasti disediakan untuk setiap perbuatan besar yang Tuhan sediakan bagi kita dan untuk orang2 yang mau di pakai-Nya, kuncinya adalah hati yang mengasihi Tuhan. Daud ketika di urapi umur 16 tahun, Tuhan menumbangkan goliat lewat anak ABG, jangan liat kemudaanmu lihat rohmu, rohmu bukan 16 tahun tapi kekal. Ketika Yusuf ke rumah Potifar umur 17. Jadi manager untuk semua kekayaan potifar, Salomo ketika jadi raja masih sangat muda, dia blg dia lebih pintar dari siapa pun karena ada roh Tuhan dalamnya, kasih membuat kita lebih besar dan itu yang Tuhan cari.

Dalam ayat ini mencela artinya : Menegur, Tuhan memuji pelayanan mereka, secara moral dan norma baik semua dan bisa membedakan mana yang benar dan sesat. Tapi Tuhan mencela mereka karena kehilngan kasih mula2. Aku kira melayani Tuhan itu melayani, tambah pelayanan artinya tambah mengasihi Tuhan , aku kira mengasihi Tuhan itu ke gereja dan memberi persembahan, ya benar itu semua tapi itu hanya manifestasinya bukan akarnya.

Kasih mula-mula: 1. Mengasihi hadirat Tuhan.

Kita harus cek setiap hari, di uji waktu kita sendirian, do you seek the Lord in the morning? kalau kita ke gereja itu perlu untuk berkumpul besama2 ada juga ayatya, ada juga sisi fun ketemu teman. Tuhan ga mau kita kuper dan bertumbuh sendiri, kita butuh di bentuk lewat pelayanan  karena dalam pelayanan bisa ada gesekan satu dengan yang lain, tetap kita butuh orang lain untuk menyalibkan daging kita, kita mahkluk sosial. Mencintai hadirat Tuhan harus di praktekan dan di uji ketika kita sendirian, apakah kalian bangun tiap pagi untuk berdoa, kalau kita mengasihi  Tuhan maka kita akan cari Dia pertama kali tapi kalau kita mengasihi iG kita atau gadget kita maka itu yang kita cari. Apa yang kau kasihi itu yang kau cari, apakah kita cari Tuhan?

Saya terima Tuhan waktu SMA ketika saya di Canada, disana ada 4 musim dan kalau pagi itu seperti malam (musim dingin), jadi kalau saya bangun lebih pagi itu susah sekali. Bukan saya tidak cinta Tuhan tapi namanya anak muda jadi saya ganti  jam doa saya sepulang sekolah, saya selalu menanti jam pulang sekolah. Pelajaran terakhir buat saya menggebu-gebu untuk pulang dan bertemu Tuhan. Saya pulang dan masuk ruang cuci karena saya satu kamar dengan koko saya maka saya butuh sendiri, saya nyanyi dan nyembah tiap hari. 1 jam nyanyi kira2 4 lagu lalu baca Alkitab. Kalau orang mengasihi hadirat Tuhan pasti datang lebih awal ke gereja. Saya sekarang ga bisa lagi seperti itu, karena kalau saya datang awal akan banyak orang minta foto, saya terpaksa tunggu di ruang pembicara. Karena saya tidak mau ambil fokus manusia dari Tuhan. Saya bukan GR tapi saya sungkan sama Tuhan, lebih indah kalau belum dikenal, saya ke gereja tanpa mengganggu sapa2. Saya dulu kalau mulai ibadah jam 4 sore saya datang jam 3. Saya duduk pilih kursi dan mulai menyembah Tuhan diam2, saya mencintai hadirat Tuhan saya mau ketemu Tuhan, ini pacaran, ini family time dengan Tuhan. Meski orang-orang masih set up ibadah, saya diam saja dan mempersiapkan diri. Kalau kalian exited for something pasti datang lebih duluan, contoh mau shopping diskonan pasti antri lebih awal. Bagaimana kita mencintai hadirat Tuhan? dengan cara kita memperlakukannya sebagai hal yang paling berharga. Kalau ibadah mau pulang itu paling sedih. Anak-anak muda harus di bangun dari DNA seperti itu. Saya ingat waktu di Canada ada retret, pulang minggu siang kemudian gereja di tiadakan. Karena semua jemaat ikut retret, semua capek karena ibadah terakhir sampe 4 jam. Lalu sampailah saya di rumah, jam 1 siang tak tahan saya, saya tlp temen saya Andrew lalu ajak ke gereja, trus temen saya bilang ngapain kan ga ada greja, saya bilang saya ga bisa tahan ini jam gereja. Kami berdua pergi gereja, menyembah Tuhan sampe jam 5.  You see that’s how i love the presence of God, in a way that silly but i never apologize for loving Him that way dan ternyata Tuhan suka kok, ga percaya? lihat sekarang Tuhan pakai saya 😀 . Saya sengaja studi lebih dulu baru menyembah Tuhan, sejak saya kenal Tuhan saya adalah A Student semua nilai saya A, ga berarti kalian semua harus A. Bukan begitu asal jangan z, setiap orang punya karunia beda2, saya ga menyombongkan diri, saya beri tahu bahwa saya tidak terlantarkan studi saya, saya belajar dulu supaya bisa berdoa berjam-jam. Kalau kalian cinta kalian taruh sebagai harapan, hadirat Tuhan itu liburan tanpa beban, karena hadirat Tuhan untuk sebagian orang itu beban, karena harusnya ada rindu.

2. Mengasihi Firman Tuhan

Saya pertama kali pimpin gerakan anak muda 1996 di salatiga, semua adalah mahasiswa swasta di Salatiga, ada yang tanya saya berapa pasal saya baca sehari, saya bilang 10 pasal sehari. Saya tidak curiga apa yang akan mereka lakukan, diam2 mereka membuat gerakan membaca Alkitab  11 Pasal sehari, [nantang saya hahha] saya tidak mengerti apa mereka paham atau tidak karena Alkitab adalah bacaan yang kadang2 tidak mudah di pahami. Saya tidak halangi mereka. Yang penting mereka cinta, buktinya sekarang generasi itu satu2 jadi hamba Tuhan. Ada lagi cerita , memang benar cinta itu buta, ini juga berlaku sama firman Tuhan, tapi tidak tuli sama suara Tuhan. Kalau mau melangkah harus tutup mata dulu, kalau mau lakukan kehendak Tuhan harus lakukan dulu, ada salah 1 yang melakukan hal yang silly, ini metode yang salah tapi orang ini begitu mencintai Firman tanpa tuntunan yang jelas. Kalau dulu bawa Alkitab ke sekolah ga boleh jadi dia robek halaman yang belum dia baca. Kalo 11 pasal kurang 4 pasal dia sobek dan baca perhalaman pas istirahat. Dari sana saya tahu mereka cinta Tuhan, if you love the word, read it, enjoy it, really2 enjoy it bahkan in a silly way, bahkan saya di beritahu Tuhan, kalau saya ga akan bisa mencintai Tuhan kalau tidak mencintai Alkitabnya dulu. Saya dorong anak2 muda punya Alkitab fisik bukan electronic karena banyak gangguan di gadget. Alkitab saya ada foto keluarga dan catatan saya, Alkitab semua sama, tapi ini Alkitab saya, bawa Alkitab jadul sekali ko? ga apa urapan saya memang jadul 2000 tahun usianya, urapan yang terlalu modern itu yang tidak pernah membangkitkan orang mati. Saya minta maaf untuk kejadulan iman saya. Tapi ingat Alkitab itu buku  jangan di sembah tapi isinya yang harus di imani. Lalu Alkitab itu jangan pakai usir setan dengan Alkitab (buku), saya ga butuh ini, saya tahu saya siapa dan saya tahu dia siapa. Dari mana saya tahu? dari (Firman). Buku ini berharga untuk saya sebagai referensi. Anak2 saya tahu sekali barang berharga bagi saya bukan uang tapi Alkitab saya, kemana saya pergi selalu ada. Ada 1 Alkitab saya yang isinya catatan hidup saya, Tuhan ngomong apa per hari semua ada disitu dan Alkitab itu ada dalam tempat yang saya simpan dengan baik. Saya tidak mau itu ilang. I love the word of God that’s why the word of God is a live on my life. Itulah ketika kalian tidak bisa usir setan dan panggil saya  untuk usir. Saya bilang kepada setan itu dalam nama Yesus keluar, langsung keluar. Why? karena saya baca Alkitab bukan dengan mata saja tapi saya ucapkan. Saya baca pertama kali saya renungkan lalu saya baca ronde 2. Saya punya kapasitas makan yang banyak. Ada orang yang kutip semua ayat Alkitab tapi setannya bilang; ini hiburan untuknya karena kamu mengucapkan firman tapi ga dekat dengan yang punya firman, kamu cuman pengetahuan tidak menghidupi dan meresapi setiap hari, sandiwara yang indah. Siapa yang mengasihi firman, firman membela hidupnya.

3. Mengasihi jiwa-jiwa.

Mengasihi jiwa2 di mulai dengan mengasihi sesama manusia yang di mulai dari rumah dan gereja. Banyak orang yang ga bisa mengasihi jiwa2 padahal di gereja di push bawa jiwa2 tapi susah, saya mengerti, karena akar dan fondasinya belum ada. Makanya ini ada dikategori ke 3. Maka jangan paksa orang mengasihi jiwa-jiwa kalau mereka belum mencintai  Firman Tuhan dan  Hadirat Tuhan. Itu sama dengan orang di suruh kalkulus sebelum bisa negerjain matematika yang simple. Contoh saya di Tlp dari luar negeri supaya follow up keluarganya di surabaya untuk di ajak gereja. Saya ga bisa maka saya tlp leader CG untuk follow up dan saya tanya 2 minggu kemudian ternyata belum di follow up, padahal orang sudah menyerahkan diri. Kalau orang sudah serahkan diri, ya take it all ! Ini jiwa-jiwa sudah menyerahkan diri .. jangan basa basi .. take!. Kenapa orang masih mundur sampai 2 minggu? karena ga cinta, yang mereka ga cinta itu  bukan jiwa, tapi Tuhan. Kalau mereka tahu apa yang Tuhan cintai mereka akan buru itu.   Kadang  saya harus follow up lagi 2 bulan, lalu dia bilang sudah di tlp tapi ga diangkat tlpnya, udah gitu aja? kalau misalnya uangmu di bawa lari sama orang lalu kamu tlp tp ga di angkat pasti kamu terus usaha, ke rumahnya atau lapor polisi, tapi ini jiwa sekali tlp udah ga angkat lalu lupakan?!. Emang dasar ga cinta. Masalah gereja dalam follow up jiwa2 itu bukan karena ga cinta jiwa tapi ga cinta Tuhan. Kalau saya tiap kali lihat orang, hati saya itu ingin sekali memberitahu dia tentang kasih Tuhan. Kalau lihat orang sakit, saya ga mikir kalau nanti dia saya doakan bisa sembuh atau tidak, selamat ga muka saya demi gengsi. Tapi saya rindu untuk menjangkau orang dengan kuasa Tuhan. Cinta Tuhan pasti cinta jiwa2, itu otomatis, ga usah di buat2. Kalau tidak berbuat apa2 memang dasarnya kurang cinta, problemnya di kasih bukan di program bukan di iman. Saya tidak mau hidup tanpa jiwa-jiwa. Karena buat apa saya hidup punya segalanya tapi mereka binasa, saya akan berusaha, meski nanti ga satu pun selamat, saya tetap menikmati mencoba dari pada hidup selamatkan diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s