Orang religius pantasnya cuman jadi pendeta

Ams 23:18

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. 

Masa depan adalah hasil dari mimpi dan kerja keras, Tuhan sebagaimana orang tua kita akan selalu mendukung mimpi yang kita ukir dalam angan sedari kecil. Tetapi kerja keras kitalah yang menentukan apakah kita bisa meraihnya atau hanya imajinasi belaka.

Seringkali orang berkata padaku kamu anaknya rohani sekali cocok jadi pendeta. Aku pun sempat berpikir demikian bahkan sudah pernah bertanya dan meminta pada Bapa. Namun hingga kini aku masih memiliki mimpi lain dalam hatiku yang kian lama kian membuatku percaya bahwa kadar spiritualisme seseorang tidak bisa di jadikan patokan apakah dia lebih pantas menjadi pendeta atau tidak.

Pastor Philip Mantofa pernah bilang; Jangan GR karena tidak semua orang bisa menjadi pendeta berdasarkan kehendaknya sendiri. Intinya Tuhan tidak sembarangan pilih orang untuk jadi HambaNya (Fulltimer/Pendeta).

Begitu pun aku, ku pikir sudah banyak orang alim dan religius di dalam gereja sana. Itulah mengapa zaman sekarang ini orang kristen masih saja ‘jago kandang’. Hanya  mau menjadi terang di tempat yang terang. Pernah juga Pastor Philip berkata, orang dunia yang ga percaya Tuhan bisa sekolah tinggi sampai S3 sedang yang katanya anak Tuhan tahunya bolos sekolah untuk alasan melayani atau hanya bermalas-malasan.

Di luar sana banyak orang membutuhkan terang Tuhan untuk menerangi dunia mereka. Bayangkan ini; jika dalam bidang Ekonomi, Entertainment, Hukum dan Politik di isi anak-anak Tuhan. Betapa terang dunia ini. Kita semua adalah 100% fulltimernya Tuhan yang menyamar dalam berbagai bidang pekerjaan yang Tuhan percayakan.

Aku pun hampir 1 tahun lebih bergumul untuk melanjutkan studi atau malah melamar menjadi fulltimer. Cukup membingungkan tapi Tuhan selalu membuka pemikiranku soal apa yang bisa aku capai didepan sana jika aku mau terus belajar dan bekerja keras. Ada seorang dokter di Taiwan, beliau sejak lahir baru ingin sekali menjadi pendeta dan menyelamatkan banyak jiwa. Tetapi Tuhan tidak mengijinkan itu terjadi, meski beliau sempat kecewa. Tuhan malah menjadikan beliau dokter. Hingga saat ini, beliau tetap menyampaikan injil dengan jubah dokter. Khotbah beliau sangat menginspirasi dan menguatkan. Beliau pernah di tugaskan di Afrika dan disana beliau tidak hanya melayani sebagai dokter tapi juga sebagai misionaris. Banyak hal luar biasa yang beliau alami bersama Tuhan di Afrika hingga mendapat penghargaan dari pemerintah atas jasa dan pelayanan beliau disana.

Ada juga Seorang pendeta yang pernah aku mintai doa. Beliau juga berasal dari Taiwan. Waktu itu adalah hari ulang tahunku dan aku mengikuti sebuah konferensi anak muda di Surabaya. Aku baru saja lulus kuliah dan mendapat gelar. Bingung mau ku apakan gelar ini. Sedang ada yang bilang cocoknya aku jadi pendeta saja. Karena mereka tahu aku sangat aktif melayani. Aku pernah berpikir menjadi misionaris setelah lulus SMA. Aku pun sudah meminta ijin dan di setujui orang tua. Tetapi itu pun tidak terlaksana. Kepada pendeta ini aku ceritakan semuanya dan beliau berkata; Tuhan tidak iseng mengijinkan kamu berkuliah bertahun-tahun. Pergi dan gapai mimpimu. Beliau adalah seorang pendeta, seorang bisnis man dan seorang magister hukum. Hidup dan kisah-kisah beliau sangat menginspirasiku. Aku mengucap syukur untuk setiap orang hebat yang Tuhan ijinkan aku temui dalam masa-masa pencarian tujuan hidupku.

Setiap jalan hidup orang berbeda-beda, Tuhan kita sangat kreatif dan punya banyak plot cerita untuk kita jalani. Jangan samakan hidup kita dengan orang lain. Karena Dia Tuhan yang HERAN !

Segala sesuatu yang di ijinkan terjadi adalah kehendak-Nya. Jika ada yang bukan kehendakNya, Dia terlalu dasyat untuk bisa mengubahnya kembali ke rencana yang sudah Dia rancangkan bagi masa depan  kita. Jangan takut melangkah! 🙂 Tuhan kita bukan pemberi mimpi kemudian meninggalkan kita begitu saja tanpa membantu memberi arahan dan bantuan.

Bermimpilah, karena mimpi pun terinspirasi dari Tuhan untuk memotivasi kita agar mau di pakai lebih dalam bidang pelayanan yang tidak pernah kita pikir sebelumnya. Jalan hidup kita tidak bergantung prediksi orang tapi bergantung pada mimpi yang Tuhan ijinkan kita miliki untuk kita wujudkan.

Catatan: Apapun kata orang tentang masa depanmu jangan lupa tanya lagi sama Tuhan meski orang itu mengatasnamakan Tuhan sekali pun. Jangan mau di buat kebingungan. Tuhan selalu punya cara untuk membuat kita menemukan destiny-Nya dalam hidup kita. Kalau kita punya mimpi yang besar, kita rindu untuk mewujudkannya apalagi Tuhan yang adalah Bapa kita sendiri, Dia terlebih rindu anak-anaknya bisa di pakai lebih lagi.

Advertisements

One thought on “Orang religius pantasnya cuman jadi pendeta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s