Bahagiakah aku?

Kata pengkotbah segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk berbicara, ada waktu untuk diam. Ada waktu untuk menasehati, ada waktu untuk di nasehati. Ada waktu untuk memotivasi, ada waktu untuk di motivasi. Yah…

Saat ini aku sedang berproses dan banyak belajar. Ini saat dimana aku berbicara dan mendengarkan diriku sendiri. Bukan niatku untuk menjauh atau seakan tidak perduli pada kalian yang kemarin adalah bagian dari hari-hari hidupku. Hanya saja, aku merasa tidak berguna jika tak ada yang bisa aku bagikan pada kalian. Tidak ada motivasi atau nasehat yang biasanya aku berikan. Bukan pula aku merasa bijak dan paling benar. Hanya saja, seperti yang kalian tahu. Prinsip hidupku; aku tak akan membagikan apapun yang bukan dari diriku dan pengalaman hidupku.

Setelah sekian lama, akhirnya.. aku ada untuk diriku sendiri. Baru ku sadari selama ini yang paling ku abaikan adalah ‘diriku sendiri’. Sampai-sampai aku tak mengenal ‘siapa aku, apa yang aku inginkan dalam hidupku, bahkan apa yang membuatku bahagia’.

Suatu saat, ada yang bertanya. Apa yang membuatmu bahagia? Ku jawab; aku bahagia kalau semua yang aku cintai hidup baik dan bahagia. Aku bahagia  kalau mama papa dan keluargaku hidup damai dan bekecukupan. Aku bahagia kalau yang aku sayangi sehat dan bisa tersenyum. Aku bahagia kalau membuat orang lain bahagia.

Bukan..dia pun kembali bertanya; bukan.. maksudnya apa yang membuat dirimu bahagia? kamu sendiri? dirimu bukan orang lain, bahagiakah kamu dengan dirimu sendiri?. Lantas aku tersadar, selama ini aku pun tidak mengenal siapa diriku. Membahagiakan diri sendiri pun aku tak tahu caranya.

Terkadang bukan berarti egois jika kita berpikir tentang diri sendiri terlebih dahulu sebelum membagi pikiran untuk orang lain. Karena kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri, mulailah dari diri sendiri…

img20161228200535
Tulisan kecil sebelah kiri itu artinya ‘Pikirkan juga dirimu sendiri’. Ini kue sekedar merayakan tahun baru. Tapi cukup menyadarkanku. Terima kasih Tuhan yang selalu punya cara untuk menasehatiku.

Sebelumnya pernah ada yang berkata ‘pikirin dirimu juga jo.. :)’ kemudian ku jawab; ia sudah kok. (*eh tapi nyatanya)

Sekarang, tahukah dirimu; siapa kamu sebenarnya, mau jadi apa kamu nantinya, untuk apa kamu hidup, apa yang membuatmu bahagia.. atau jangan-jangan semua yang kamu lakukan selama ini hanya demi ‘sesamamu’ atas nama kasih sayang. Lalu datang hari dimana kamu bingung dengan dirimu sendiri, kenapa aku melakukan ini? ..hati pun berbisik..ini pun bukan untukmu. Lelahkah?

Bukan maksud ku menyesali semua yang ku lakukan untuk orang lain hingga membuat mereka bahagia. Hanya saja, aku yang salah. Ternyata senyuman orang lain itu telah ku bayar dengan senyumku sendiri.

Akhirnya aku sadar..jika aku melakukan segalanya karena aku mengasihi diriku terlebih dahulu. Maka bahagiaku pun adalah bahagia mereka. Kenali diri sendiri, jangan asal berkorban demi orang lain dan sok membahagiakan mereka tanpa terlebih dahulu membahagiakan diri sendiri. Ini pun sia-sia kata pengkotbah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s