Kepemimpinan Yesus dalam hidupku

Inti sari Kotbah Pastor Philip Mantofa Sesi 3 Gereja Mawar Sharon Surabaya 16 July 2017

Rangkuman retret:

Sebagai pemimpin bisa menjalankan program tapi sudah kehilangan hubungan dengan Tuhan alias jadi robot. Hati-hati agar tidak terhilang dari rencanaNya.

Kita punya komunitas dan punya saudara seiman, rasa aman kita ada pada pemimpin kita. Pemimpin juga soal kepala keluarga, terutama pria-nya harus kuat.

Kita tidak boleh tergantung tapi juga tidak boleh sendirian karena tidak ada seorang pun yang bisa one man  show atau bekerja sendirian.

Anak muda kalau bingung, datanglah pada orang tuamu, pasti dari perbincangan bisa dapat hikmat baru. Kita bisa dapat hikmat Tuhan bukan hanya dari Kotbah tapi juga dari orang tua.

Sebagian rasa aman ada di pemimpin bukan berarti memberhalakan tapi perlu.

Kepemimpinan Yesus sifatnya tidak berpusat pada diri sendiri. Seperti Paulus berkata ikuti aku karena aku mengikut Kristus.

Pentingnya punya etika dalam menjadi pemimpin yaitu tetap menjadi orang yang sama meski tidak ada yang melihat kita itulah yang namanya integritas. Lalu kalau etiket itu kepintaran, kadang kita kudus tapi tidak pintar jadi susah di terima orang, bertengkar sana sini dan kaku maka cara kita memimpin harus terus di sempurnakan.

WANITA bisa jadi pemimpin, Tuhan bisa pakai wanita.

Pemimpin itu pion Tuhan dan benteng umat untuk menjaga jiwa-jiwa.

Yang kita pimpin itu manusia bukan program maka itu kita harus berbuah.

Kasih itu adalah proses dan kita terus belajar karena belum ada yang sampai ke sana.

Rekonsiliasi itu penting untuk saling menyelesaikan masalah dan memperbaiki hubungan.

Tuhan yang mengangkat sapa yang bisa menurunkan?!.

Kita adalah pemimpin untuk diri sendiri, pimpinlah diri sendiri baru pimpin orang lain.

Tuhan mau melengkapi kita untuk perbuatan baik dan perkara mulia serta berpengaruh, meski sekarang kita sedang melakukan perkara-perkara yang sederhana.

Kepemimpinan Yesus dalam hidup kita (Lukas 9)

Ayat 1 : Tipe kepemimpinan Yesus adalah memampukan kita melakukan tugas-tugas kita. Kalau tipe kepemimpinan setan bukan empowering tapi emptiness dan melumpuhkan. Sedangkan Yesus selalu melengkapi dan memampukan.

Cita-cita itu dari Tuhan tapi kita harus ikuti dulu cita-cita Tuhan yaitu carilah dahulu kerajaan Sorga baru semua di tambahkan. Jangan ada curiga sama Tuhan dan ketakutan kalau terlalu dekat denganNya nanti Dia minta segalanya. Kitalah yang beruntung kalau ikut Tuhan. Jadilah pemimpin yang melatih bukan hanya membiarkan atau bukan juga hanya memberi benda tapi hadirlah dalam hidup orang-orang yang di pimpin. Kalau anda adalah pemimpin perusahaan anda tidak akan hanya duduk saja tanpa mentoring. Anda harus turun langsung dan berbicara ke setiap level. Kalau anda pengikut Yesus maka anda harus menjadi pemimpin seperti Yesus. Luangkan waktu untuk ngobrol. Pastikan melatih orang yang anda pimpin atau bahkan jika anda seorang bapak ajarkan anak anda tentang Yesus. Kepemimpinan Yesus kalau terjadi dalam rumah tangga orang tua tidak akan absen dalam kehidupan spiritual dan emosi anak-anaknya. Yesus punya kepemimpinan memberi tenaga dan kuasa. Jangan pernah menuntut lebih dari masukan yang kita beri kepada orang yang kita pimpin, lalu nanti marah-marah kalau mereka berbuat salah. Karena besi menajamkan besi. Pemimpin yang sejati akan berbuah sesuai ketekunannya. 

Ayat 2 & 3 : Tipe kepemimpinan Yesus yang kedua adalah memberi instruksi spesifik. if you are a Leader please be easily to followable. Buka mulut dan beritahu ekspektasimu kalau salah tegurlah dengan kasih jangan diam saja, seorang pemimpin tidak boleh bungkam. Kepemimpinan Tuhan dalam hidup kita penuh dengan instruksi yang jelas. Tidak sukar di mengerti; ampuni ya ampuni, jangan ya jangan. Anda harus jelas. Hati-hati kalau bicara A tapi nanti bicara B dan C. Pemimpin itu yang di pegang kata-katanya. Biar perkataan Yesus kaya dalam dirimu. Dari buah orang akan lihat hidup anda. Kaya firman itu buka berarti harus bisa kotbah tapi hidupnya tidak sepi instruksi dari Tuhan atau tuntunan, bukan hanya secara spiritual tapi bisa saja lewat kotbah atau renungan pagi. Saya tipe orang yang mencatat apa yang saya bicarakan. Agar saya tidak lupa terutama dengan anak saya. Jika merasa bingung dan tidak ada instruksi lalu tidak tahu harus berbuat apa. Dia mau kita tetap berserah dan percaya serta ketahui bahwa Ia tetap adalah ALLAH!.  Yang pasti Tuhan sebagai pemimpin tidak pernah silent. Masih banyak orang yang tipe kepemimpinannya menuduh dan mencari siapa yang bisa di salahkan.

Berubahlah ! 

Ayat 5 : Dan kalau ada orang yang tidak mau terima anda > Tiru ini dalam segala aspek hidup kita. Tipe kepemimpinan Yesus selalu mengajari kita untuk mengahadapi masa-masa susah. Jangan jadi orang Tua yang kalau anak ingin ajak ngomong tapi anda ga mau di ganggu malah kasih mereka gadget, hati-hati tinggal tunggu waktu kalau yang cowok bisa-bisa kecanduan pornografi, tinggal tunggu waktu. Jangan jadikan itu jalan pintas, ngobrol sama mereka bagaimana menghadapi teman-teman yang ngomong kotor. Duduk dan persiapkan mereka untuk masa susah, karena anak mahasiswa saja bisa jadi masih bingung kedepannya mau jadi apa, hanya anda yang mengenal anak anda. Obrolkan masalah masa depan dengan mereka. Untuk pemimpin di dunia sekuler atau di bisnis, jadilah pemimpin yang erat dan dekat dengan Tuhan. Pemimpin harus lebih kuat dari yang di pimpin salah satunya adalah hubungannya dengan Tuhan, kalau orang lain dengar 1 suara Tuhan anda harus dua, satu untuk anda satu untuk orang yang anda pimpin. Sehingga ketika anda datang ke kantor anda tidak terkejut dengan permasalahan yang terjadi karena anda lebih kuat roh dan iman. Seolah-olah anda sudah melewati masa ini dan tahu apa yang harus di kerjakan karena Tuhan sudah beri solusi jauh sebelumnya, kalau tidak jangan jadi pemimpin. Makanya leader di namakan a head (kepala) harus maju atau di depan (ahead). In order to be a head you have to be ahead. Anda harus lebih maju 1000 langkah di depan yang lainnya. Di mana pun anda memimpin sama saja. Kebaktian tidak bisa menyelesaikan masalahmu tapi hatimu, yang kemudian menginspirasi otakmu untuk menyelesaikan masalahmu. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya menyiapkan orang yang di pimpinnya untuk masa senang tapi juga masa sulit.

Ayat 10 : Kepemimpinan Yesus selalu minta pertanggung jawaban. Yesus selalu mem-follow up, meminta feedback dan laporan. Contoh dalam cerita dengan murid-muridNya mereka aman karena sudah ada hubungan mentoring yang erat. Itu namanya accountability dan tidak tahun depan Dia minta pertanggung jawaban tapi secepatnya, karena otak manusia tidak di ciptakan untuk bisa menyimpan memori terlalu lama. Jangan tunggu ada yang buat salah dulu baru tegur harus ada komunikasi karena kita di ciptakan untuk itu. Selama masih ada orang yang menuntut anda hidup benar itu artinya Yesus masih ada dalam hidupmu. Karena dia minta pertanggung jawabanmu. Hati-hati dalam memimpin orang-orang karena suatu hari nanti kita akan di mintai pertanggung jawaban oleh Yesus. 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s